"KALIAN SEMUA GOBLOK!!!!!" teriak Pak Agus.
Semua siswa di kelas XII IPA 1 terdiam dan menunduk. Rupanya rencana kami untuk berbuat ulah dengan mengganti bawahan abu-abu dengan bawahan biru telah dicurigai Pak Agus. Tetapi sebenarnya itu bukan murni kesalahan kami, ga ada peraturan di sekolah yang melarang siswa membawa pakaian ganti kan? (masih sempet ngeles).
"Setelah ini, kalian semua yang membawa bawahan biru TURUN KE LAPANGAN! Dan saya tidak peduli apakah kalian anak jendral atau apalah! Pokoknya setelah ini kalau ada yang ketahuan membawa bawahan biru tapi gak turun kebawah akan saya *uhukkk*" (oke yang ini aku lupa beliau ngomong apa jadi aku ganti uhuk aja yah). Lalu beliau pun pergi keluar dengan wajah yang masih sangat kesal.
Tidak lama kemudian Pak Puji, guru matematika kami pun masuk. Dan, ohh aku lupa, sebenarnya rencana kami bukan cuma itu, teman-teman dikelas juga menyiapkan 6 potong kue untuk keenam guru pengajar bidang studi IPA dikelas kami plus untuk wali kelas kami Pak Renes. Tadi di jam pertama kami sudah memberi kue untuk Pak Pius, guru Bahasa Inggris dikelas kami, dan sekarang sebelum turun kebawah untuk menerima 'reward' dari Pak Agus, perwakilan kelasku, Rico sang kapten (ketua kelas) dan Anita memberikan kue untuk Pak Puji dengan diiringi suara riuh dari seluruh penghuni kelas. Sebelum meniup lilin, anak-anak sontak berteriak : "LULUS!!" dan lilin pun dipadamkan yang kemudian disusul dengan tepuk tangan yang meriah. Lalu setelah semua selesai kami pun bergegas turun ke lapangan...
"34,35,36,37,38,39,40..." Teriak Pak Agus waktu menghitung jumlah skotjump kami, para siswa kelas XII. Aku terengah-engah, lebih tepatnya ngos-ngosan, tapi itu belum seberapa dibandingkan dengan kakiku yang sepertinya sudah tidak bertulang, lemas dan sakit. Tapi aku cukup menikmatinya, karena aku belum pernah dihukum seperti ini sebelumnya, hahaha. Ditambah lagi, hukuman ini dilakukan bersama-sama, benar-benar bikin sensasi. Lalu pada hitungan ke-50 Pak Agus menghentikan hitungannya, kami diperbolehkan duduk di tengah lapangan sambil mendengarkan khotbah dari beliau. Jujur saja, aku tidak terlalu mendengar semua isi khotbah Pak Agus, mungkin karena waktu itu aku ada di barisan belakang, selain itu aku sudah cukup sibuk membetulkan posisi dudukku yang sama sekali gak pewe gara-gara habis skotjump. Lalu selesai berceramah, Pak Agus menyuruh kami untuk berdiri dannn.... skotjump lagi. Hap, hap, hap, hap. Terus begitu sampai 3 kali. Kemudian kami pun dipersilahkan kembali ke kelas. Bayangkan, setelah skotjump dengan total kurang lebih 150 kali, kami harus naik tangga ke LANTAI 4. Benar-benar LUAR BIASA saudara-saudara... Napas hampir putus, kaki pegal dan sakit, badan penuh keringat.. lengkap sudah momen bahagiaku dan semua temanku hari ini. Tapi semuanya kami lalui bersama, sehingga setibanya dikelas kami justru semakin eksis dan mulai foto-foto bersama. Sungguh menyenangkan.....
Sebenarnya hari-hari terakhir kami belajar tidak tampak menegangkan, kamis justru terlihat seperti sudah selesai UN. Aku dan teman-temanku asik bermain kartu UNO sampai kami bosan. Dan saat dikelas pun, aku masih bisa mendengarkan musik bahkan mengupload foto ke Instagram. Benar-benar contoh siswa yang buruk, tapi itu sah-sah saja sih menurutku, lagipula aku pun tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu selama pelajaran, tapi sekali-sekali boleh kan? hehehe..
Demikian cerita mengenai momen hari terakhirku belajar di kelas XII IPA 1 sebelum menjalankan UN, aku akan merindukan bangku paling belakang di deret ketiga tempatku duduk, yang membuatku harus memakai kacamata minus diakhir semester ini. Semoga kalian menikmati hari terakhir belajar kalian di SMA kalian, and I'll see you later! (^__^)
Beginilah suasana ditengah lapangan saat siswa kelas XII menjalani hukuman :


No comments:
Post a Comment