Selanat malam para pembaca dimanapun anda jongkok, ehh, duduk maksudnya. Ga kerasa sebentar lagi, lebih tepatnya 5 hari lagi kami para siswa kelas XII yang 'berbahagia' akan segera melaksanakan Ujian Nasional. Wowww.. pasti kalian bertanya-tanya padaku apakah aku siap menghadapi UN. Dan tentu saja, sebagai siswa yang normal aku pasti akan jawab (dengan pedenya) : "Belom donggg...!!!" dengan nada riang gembira dan oktaf 5 tingkat. Nahhh... karena itulah, hari ini aku rela pulang malam cuma buat "ngapelin" kedua temenku yang sudah berbaik hati mau repot-repot ngajarin aku. Kedua temanku yang 'berbahagia' itu tidak lain dan tidak bukan adalah... Clara dan Mentari. Perjalananku dimulai waktu aku pulang sekolah. Aku langsung capcus ke rumah Clara, oh sebelumnya aku mau kenalin temanku yang satu ini. Dia itu temenku dari kelas XI, dan she's the best lah pokoknya, dan parahnya lagi dia itu pinternya ga ketulungan. Semacem satu spesies lah sama Mentari. Kelemahan Clara cuma 2 : Bahasa Bali sama menggambar. Sisanya??? Hohoho... SHE'S THE MASTER! Sama seperti Mentari. Mereka punya banyak kesamaan, sama-sama pinter pelajaran, tapi sama-sama lemot kalau diajak ngobrol, dan mereka juga punya kening (jidat/jenong yang diperhalus) yang gede, tapi yang paling penting lagi adalah mereka berdua sama-sama baik, aku bahkan ga pernah punya teman yang rela repot-repot ngajarin aku semua tetek bengek materi ujian itu sampai malam, pokoknya mereka berdua the best banget lah, hehehe. That's why I feel soooo lucky.
Oke sori kalau tadi agak sedikit melenceng dari cerita. Lanjut ke journey to the top (of UN) , setibanya dirumah Clara, kita langsung mulai belajar, dan tentu aja materi yang aku request ke Clara adalah Kimia. Dan aku bener-bener excited waktu dia mulai ngajar, sama excitednya waktu aku belajar sama Mentari. Mereka berdua bener-bener tipe guru privat idaman, soalnya selain gratis *wakakakakak* , kemampuan mereka di bidang studi UN memang ga perlu diragukan lagi. Setelah cukup lama berkutat dengan soal-soal kimia yang Naudzubillahmindalid, kami akhirnya istirahat dan ngobrol-ngobrol ngalor-ngidul seperti yang kami lakukan sejak pertama aku kenal Clara *cieee udah kayak pedekate aja yahhh -___-* .Setelah obrolan yang panjang kali lebar kali tinggi itu, kami akhirnya bersiap-siap menuju rumah Mentari. Nahhh.. begitu sampai dirumah Mentari, kita langsung mulai belajar Matematika *ayoayoayoayoo khas Pak Puji* , tapi sayangnya Clara ga bisa lama-lama soalnya dia ada acara sama keluarganya. Akhirnya, tinggal aku sama Mentari yang belajar disana. Setelah didalami lebih lanjut, aku baru sadar ternyata matematika yang nomor-nomor awal soal pemantapan itu ga susah-susah amat! Ya ampun.. penyesalan memang selalu datang terlambat, tapi ga ada kata terlambat buat bertobat. Jadi aku mulai belajar matematika dengan bantuan jurus sakti dari Mentari. Tapi sayangnya, waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8, saatnya Dayu kembali ke kandangnya alias pulang. Sebelum pulang, kita sempat ngobrol (ngegosip yang diperhalus) tentang beberapa hal sebelum akhirnya aku benar-benar pulang.
Setibanya aku dirumah, aku mulai merenungi semua hal aku lakukan selama ini. Aku harus LULUS, aku ga mau ngecewain kedua Sempai Keramat ku, Clara dan Mentari. Aku harus yakin bahwa akupun kelak bisa menjadi orang yang berguna. Dan satu hal penting lainnya yang aku sadari, ternyata masih ada orang-orang yang peduli sama keadaanku yang ngenes begini, hehehehe. Oke! Sekian dulu cuap-cuap ku di blog hari ini. Maaf kalau tata bahasanya kacau, yah maklum namanya juga amatiran. Selamat malam, konbanwa, good evening.
NB : special thanks to Clara Artha Febriana and Made Ayu Mentari Putri, you're my inspiration.
No comments:
Post a Comment